Kutipan2 dari Seorang Doktor

seorang doktor muda, yang passionnya dibidang enterprener, teknokrat, organisator dan akademisi. menjadi role mode dan figur  untuk ditelaah kembali rekam jejak dan prestasi beliau, pernyataan bliau yang mengena sekali untuk trend dan gaya hidup jaman naw “Tidak ada gunanya pintar tetapi secara emosional tak matang. Tidak ada juga gunanya hebat tapi tak punya banyak kawan. Banyak yang cuma tamat SMA tapi hidupnya sukses, banyak juga yang lulusan S3 terbaik tapi hidupnya biasa-biasa saja. Sekali lagi, pintar dan hebat belum tentu jaminan kesuksesan”, banyak tolak ukur keberhasilan hidup didunia diluar IQ, ada EQ, SQ.

Creativity, agility, flexibility dan persistence menjadi kata kunci andalan untuk survive di masa depan. Makhluk hidup yang bisa survive bukanlah yang paling besar, pintar, kuat atau gagah, melainkan justru yang paling bisa mengikuti perkembangan zaman. Kedepan, IPK bukan lagi jadi ukuran kesuksesan. Jadi memaksakan dan menjustifikasi performa akademik saja pada mahasiswa sama saja mengecilkan arti dan potensi mereka sebagai manusia seutuhnya. Mereka bisa jadi jauh lebih hebat daripada sekedar nilai-nilai di atas kertas. Begitulah tulisan2 bliau.

~Rezeki Karena Usaha~

“Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya”

(QSS. An-Najm:39)

dan terdapat empat modal yang harus dimiliki setiap pemimpin. Keempat modal itu adalah sidik (integrity), amanah (credibility), tablig (accountability), fatanah (brightness). Jika ingin menjadi pemimpin hebat, di level mana pun, wajib mengantongi keempat modal itu, tidak boleh kehilangan salah satunya.

anak profesor yang telah menjadi doktor, semoga cepat menjadi profesor ya pak Yudha Pratomo Mahyuddin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *