Harapan

teman,

prestasi dan perubahan besar yang didapatkan tidak terlepas dari kebersamaan dan paduan sifat yang berbeda, satu hati, gerak, dan fikir untuk mengejar kemaslahatan bersama, cita-cita, perjuangan dan pengorbanan.

bekerjasama dan sama-sama berkerja untuk mewujudkan harapan.

sejarah telah merekam sebagai bukti yang cukup bagi kita, menjadikannya i’tibar dan pandangan serta pembelajaran, bahwa gotong royong dan tolong menolong telah memberikan hasil yang luar biasa pada manusia.

menghilangkan ego, dan kepentingan diri. melainkan, utama dalam musyawarah mufakat dan kesungguhan komitmen.

sebagaimana perang khandaq dengan kekuatan 10.000 pasukan yang siap berperang. melawan pasukan muslimin yang berjumlah 3000 orang. atas dasar musyawarah, salah satu diantaranya adalah strategi dalam peperangan yang diusulkan oleh Salmân al-Farisy, ide brilian Salman Radhiyallahu anhu ini disetujui oleh Rasûlullâh dan para sahabat lainnya.

tidak akan merugi orang yang bermusyawarah dan tidak akan menyesal orang yang beristikharah.

Ketauladan pemberi contoh yang baik dari seorang figur pemimpin sangat mempengaruhi bawahan dan pengikutnya. Sebagaimana para shahabat yang terus semangat menggali parit bersama Rasûlullâh meski mereka sangat lapar.

begitu sepi dan hening, seolah keadaan dan kondisi yang menjadi kekhawatiran kita bersama tidak akan terjadi, sunggu kami hanya memikirkan kita. tak ada niatan lain.

tidak ada gerak, walaupun ada, maka gerak itu tidak secepat geraknya sahabat kita yang telah melesat mengambil hati pengambil kebijakan.

teman,

rumahku dan rumah kita, brand nya ada di kita, eksistensi sebagai kebanggaan masyarakat akan menjadi fluktuasi perpektif yang menilai. kenapa ??? apakah ada hubungan dan komunikasi yang tidak harmonis antara bapak dan anak ???

saudara,

sungguhpun aku hanya sebagai perantara, karena jalurku adalah akademisi dan itupun umur pengalaman ku tidak lebih dari yang lain. hanya sebagai bentuk kepedulian dan risau ku disetiap sepertiga malam. memikirkan dan terus berfikir.. “adakah kemaslahatan kita”.

saudara,

dalam pilihan apapun, sejatinya tetap akan kita terima. akuntabilitas, komitmen, prinsip, dan tranparansi adalah yang mencerminkan bahwa kita adalah competent, smart, and leading. leadership, kecerdasan dan memiliki kompetensi yang tercerminkan pada diri kita selaku rakyat institusi.

skema dan rencana yang disusun, memerlukan ruang dan waktu yang tidak bisa diprediksikan. mengapa? karena aku tidak bertanya dan melakukan diskusi. atau hanya sebatas asumsi saja.

banyak sekali opsi dan celah, jika didudukan bareng, melakukan mediasi intensif dengan terbuka.

responsiveness itu tidak kita miliki, atau karena pertimbangan lain yang lebih menjanjikan???

 

#catatan hati yang risau dari tahun yang lalu tentang rumahku.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *