Simpulan Rubrik BKD Terbaru 2018

Worksop BKD dosen yang sudah disertifikasi Bandar Lampung, 30 Januari 2018.

Disiplin, memiliki komitmen, produktiv dalam perkembangan ilmu pengetahuan, berprestasi, kualitas, kompetensi, profesional, integritas dan keterampilan merupakan gambaran atau kata yang merujuk kepada profesi sebagai tenaga pendidik profesional yang sudah disertifikasi pada dosen tetap Perguruan Tinggi,. Ibarat jika kita dalam berkendaraan maka harus memiliki surat izin mengemudi (SIM). Itulah kata pembuka yang disampaikan oleh koordinator Kopertis Wilayah Dua Prof. Slamet Widodo, setelah membuka acara kegiatan Workshop Penyusunan Beban Kerja Dosen bagi dosen yang sudah disertifikasi di lingkungan kopertis wilayah dua Bandar Lampung, Selasa 30 Januari 2018. satu jam bersama bliau dari jam 08.00 – 09.00. Berdasarkan pengalaman pribadi tentunya, tahapan yang harus dilakukan oleh seorang dosen sebelum sampai pada penyusunaan BKD yaitu dosen harus mengajukan NIDN dengan S2 rumpun ilmu yang linier, mengurus jenjang jabatan akademik, hingga pengumpulan berkas untuk mendapatkan sertifikasi dosen. Tentunya dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan (baca : data eligible) dan mendapatkan score TPA/TOEP atau PEKERTI dan serangkaian tahapan serdos lainnya. Alhamdulillah dari tahapan-tahapan tersebut Abati (read : penulis) bisa melewatinya dan sekarang sedang mendengarkan ceramah 3 bapak profesor yang hebat – hebat pada acara ini. Pelayanan Kopertis yang baik ini terbukti dengan didapatkannya 3 penghargaan sekaligus, yang mana satu-satunya kopertis yang mendapatkan banyak penghargaan di tahun 2017 yaitu : penghargaan terhadap mutu penguatan SDM, penghargaan kehumasan/protokol dan koordinator terbaik secara nasional kata beliau. Terkait dengan akan diterapkan L2DIKTI, yang mana tidak hanya PTS saja, melainkan 10 PTN akan ikut bergabung dibawah pemantauan Kopertis 2 ini.

Rubrik yang digunakan adalah rubrik tahun tahun 2017, dan sistem aplikasi yang digunakan boleh tahun 2013, 2015 atau ver mei 2017. Menurut saya, mendingan langsung menggunakan sistem terbaru dan rubrik tahun 2017, karena sebagai dosen yang baru pertama kali worksop menyusun BKD yang akan diimplementasikan dalam bentuk laporan, maka belajar penggunaan aplikasi serta penyesuaiannya dalam penggunaannya cukup satu kali saja. Memang masih ada kekurangan pada aplikasi tersebut, misal : database masih terenkripsi (salah satu cara untuk mengubah ulang data yaitu melalui aplikasi, file lama dipindahkan dan diganti nama ditempat direktori lain), belum online/masih offline, sehingga data tidak langsung terhubung kekopertis atau mesti mengantarkan soft file dan hard file melalui kendaraan ^ ^. tapi menurut saya sudah sangat membantu dosen dalam penghitungan nilai beban kerja dengan tampilan output dan perhitungan yang sudah dirumuskan. Sehingga penyusunan BKD untuk semester berikutnya hanya melakukan editing dari dokumen yang telah disimpan pada penyusunan BKD sebelumnya. Penyusunan laporan BKD tahun ini menggunakan aplikasi berbasiskan windows belum ada-nya pengembangan aplikasi tersebut yang dipakai untuk sistem operasi lain, yang dilakukan penghitungan secara otomatis. Jadi yang menggunakan sistem operasi selain windows nampaknya tidak bisa membantu, salah satu cara adalah hijrah sementara ke windows lagi atau install virtualbox atau wine untuk pengguna linux mungkin bisa. Sekilas melihat aplikasi tersebut, sangat memudahkan para dosen untuk menyusun BKD dalam melaporkan program kegiatan tridharma perguruan tinggi. 4 Jam 30 menit bersama bliau di ballroom memberikan pencerahan tersendiri dari workshop pemateri kedua oleh Prof. Dr. Ir Didik Budianta, MS.

Ada banyak pertanyaan ketika materi sedang disampaikan prof. Didik, 2 pertanyaan yang saya sampaikan pada siang kemarin yaitu tentang asesor yang bidang ilmunya tidak serumpun dengan kita dan menulis artikel disitus-situs tertentu, detailnya seperti berikut :

1. Prof. Bagaimana jika diperguruan tinggi kita tidak ada dosen Asesor yang tidak serumpun bidang ilmunya dengan kita ?

2. apakah tulisan artikel yang dipublikasikan pada situs-situs tertentu dapat diklaim ?

Jawaban beliu yaitu : asesor harus serumpun bidang ilmunya dengan kita dan asesor tersebut levelnya satu tingkat diatas kita rata-rata asesor adalah lektor keatas, Tulisan yang dipublikasikan pada situs-situs tertentu dapat diklaim dan memiliki nilai, karena menulis dimedia masa (koran/majalah) saja punya nilai-nya, kata bliau. Asalkan dibuatkan surat tugasnya.

Hal yang serupa tentang rubrik BKD tentang tridharma perguruan tinggi yang disampaikan prof Indrawan dari Universitas Muhammadiah Palembang hingga pukul 21.00 tadi malam. Bahwa berdasarkan pada PP 37 Th 2009 pasal 8 disebutkan bahwa tunjangan profesi diberikan kepada dosen yang memiliki persyaratan tertentu. Setelah saya mencari-cari informasi di google tentang rubrik ini (sambilan mendengarkan ceramah bapak prof.), sebenarnya sudah ada pendahulu-pendahulunya. Hanya saja kemasannya yang berbeda, dan workshop perdana BKD di bandar lampung, merupakan sosialisasi pertama pada dosen yang telah lulus sertifikasi. Maka kemasannya ini -lah yang akan disosialisasikan. Pakai pedoman rubrik terbaru sedangkan sistem aplikasi sebagai media bantu dalam penyusunaan BKD boleh menggunakan versi tahun 2013 sampai versi mei 2017, pada pemateri ketiga ini ada pertanyaan yang saya sampaikan ke bliau, terkait dengan pertanyaan diawal yaitu tentang asesor dan tulisan di artikel di situs tertentu.

Ini pertanyaan nya, prof. sistem tersebut-kan sudah menyediakan asesor-nya secara otomatis sesuai bidang dan rumpun ilmu, bagaimana cara mengetahui dan memulai komunikasi dengan asesor tersebut, apakah ada kontak hp atau email. (pertanyaan ini muncul karena saya belum mencoba aplikasi terbaru, berhubung sistem operasi yang saya gunakan adalah linux). Mungkin beberapa peserta workshop punya jawaban atas pertanyaan ini. Jawaban prof. Kita sendiri yang harus mengantarkan dokumen fisik nya ke asesor untuk ditanda tangani. Pertanyaan kedua tentang masa berlakunya tulisan yang kita publikasikan disitus-situs tertentu, pertanyaan ini belum sempat disampaikan. Setelah saya baca dirubrik pendahulu-pendahulunya, jika menulis di media (koran/majalah) masa berlakunya satu semester, mungkin juga sama dengan menulis online, masa berlakunya yaitu 1 semester saja. Laporan BKD ini menjadi dasar untuk sertifikasi dicairkan dan untuk dosen yang memiliki tugas tambahan atau DT cukup mengajar dengan beban 3 SKS.

Akhirnya workshop ini berakhir juga hingga jam 22.00 setelah ditutup dengan pembagian sertifikat workshop dan sertifikat lulus sertifikasi. Terimakasih bapak Fery, bapak Fakhry Zamzam (UIGM) atas diskusi sambil mendengarkan materi. Ibu Yussi Rapareni (gohgoh ram jolma kumoring yuk ^ ^), Bapak Junaidi dari STIE Abdi Nusa atas sharing dan cerita lucunya dari tanjung karang – kertapati. Bapak Yuli juga. Dan tiba kembali di sekayu Muba 23.10, 31 Januari 2017. Alhamdulillah, Barakallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *