Tuntunan Praktis Menulis Makalah

Kumpulan pengalaman Bapak Mikrajuddin Abdullah, Institut Teknologi Bandung. Artikel Tuntunan Praktis Menulis Makalah untuk Jurnal Ilmiah Internasional, yang panjangnya 131 halaman, yang saya temukan dalam bentuk .Pdf setelah mencari-cari referansi teknik penuliasan pembuatan makalah, akhirnya khatam sudah tulisan tersebut dibaca, yang kemudian saya resume menjadi seperti berikut :

Mikrajuddin Abdullah

Institut Teknologi Bandung

Riset adalah usaha untuk mencari pemecahan/jawaban terhadap permasalahan yang belum terjawab. Oleh karena itu riset dimulai denganidentifikasi adanya masalah di bidang sains atau teknologi, kemudianmelakukan pecobaan, analisis, simulasi, perhitungan untuk mencarijawaban atas masalah tersebut. Jawaban atas masalah inilah yang harusdiumumkan kepada komunitas ilmiah dalam bentuk makalah ilmiah ataupaten.

Perlu dipahami bahwa riset yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah yang benar akan menghasilkan kesimpulan serupa jika dilakukan oleh orang lain. Orang lain dari lokasi manapun yang mengulang langkah-langkah yang dilaporkan akan mendapatkan kesimpulan yang sama. Jika orang lain mengulangi langkah-langkah yangdilaporkan tetapi tidak pernah menghasilnan kesimpulan serupa makapublikasi yang telah dilakukan akan menjadi bahan pertanyaan. Pernah terjadi sejumlah publikasi ditarik kembali dari jurnal yang telah memuatnya karena peneliti lain yang mengulang langkah-langkah yang dilaporkan tidak pernah mendapatkan kesimpulan yang sama. Publikasi tersebut mungkin dilakukan tanpa menerapkan metode ilmiah yang benaratau telah dilakukan manipulasi data. Data yang ditampilkan bukan dataasli yang diperoleh dari percobaan tetapi data hasil karangan agar seolah olah peneliti telah menemukan hasil luar biasa. Cara semacam ini harus benar-benar dihindari karena pasti akan terdeteksi jika ada peneliti lain yang mencoba melanjutkannya.Riset harus mengandung unsur baru (originalitas), yaitu topik yangdikerjakan belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya. Karena pada dasarnya riset adalah mencari jawaban atas masalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang belum diketahui oleh siapa pun di dunia ini. Karena belumpernah dilakukan orang maka riset sering kali sulit (masih gelap). Parapeneliti harus memiliki mental kesabaran yang luar biasa. Seringkali hasilyang diharapkan tidak langsung didapat setelah melakukan sekaliperobaan, tetapi baru diperoleh setelah melakukan berkali-kali percobaan.Lebih diutamakan lagi adalah melakukan pengulangan beberapa kalisehingga hasil yang diperoleh merupakan hasil yang benar, bukan hasilkebetulan. Itulah sebabnya mengapa produk dari kegiatan riset tersebutbaru bisa ditulis dalam bentuk makalah ilmiah atau dokumen paten setelahmelakukan riset selama beberapa bulan, bahkan bisa beberapatahun.

Bagaimana Memulai Riset

Bagimana kita memulai riset sehingga riset kita akan menghasilkan penemuan baru yang dapat digunakan untuk menulis makalah ilmiah ataudipatenkan? Beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai berikut.Kita harus bisa mengidentifikasi masalah apa yang belum adajawabannya. Untuk itu kita perlu banyak membaca referensi, khususnyareferensi pada publikasi terbaru. Riset tidak bisa terpisah dari membacahasil penelitian terbaru sehingga kita meyakini bahwa apa yang akan kitakerjakan memang belum dilakukan orang di seluruh dunia. Jika kitamelakukan penelitian yang sudah dipublikasikan orang maka padahakekatnya kita tidak melakukan penelitian.Dalam makalah-makalah yang diterbitkan di sejumlah jurnal kadangdijumpai masalah yang belum terjawab. Sebagian dari masalah tersebutdiungkapkan oleh penulis secara langsung dan sebagian tidak diungkapkansecara langsung atau bahkan tidak disadari oleh penulisnya. Di sinikemampuan para periset ditantang dan dia harus mampu mengidentifikasisendiri. Untuk ini perlu perenungan yang mendalam ketika kita membacamakalah orang dan tentu saja perlu kebiasaan yang cukup lama. Sangatmustahil kita memiliki kemampuan mengindentikasi masalah-masalahyang masih ada di makalah-makalah ilmiah andaikan kita baru sajamemulai kebiasaan membaca makalah ilmiah.Kita juga harus yakin bahwa fasilitas, dana, atau waktu yang kitamiliki atau institusi kita miliki akan cukup untuk melaksanakan risettersebut. Jangan melakukan riset yang memerlukan biaya amat besar yangtidak mungkin kita mendapatkan biaya tersebut. Jangan melakukan risetyang memerlukan peralatan canggih dan mahal di mana kita tidakmemiliki alat tersebut atau tidak memiliki akses untuk menggunakan alattersebut. Jika riset yang akan kita lakukan memerlukan high resolutiontransmission electron microscope (HRTEM) sedangkan di institusi kitaatau di dalam negeri tidak tersedia alat tersebut dan kita tidak memilikijejaring di luar negeri yang memiliki fasilitas HRTEM, lebih baiktinggalkan topik riset tersebut.Pada akhirnya akan tampak bahwa riset adalah seni untukmenyelesaikan permasalahan yang ada di bidang ilmu pengetahuan danteknologi. Di sini periset dituntut kemampuan imajinasi untukmengidentifikasi masalah, kemampuan imajinasi untuk memperkirakan

cara untuk menyelesaikan masalah, kemampuan untuk “memanage”fasilitas riset yang ada, biaya yang ada, dan waktu yang tersedia. Periset dituntut kemampuan untuk mencari dan mempelajari referensi-referensiterbaru. Periset dituntut kemampuan untuk menulis makalah dalam bahasaIndonesia atau Inggris. Periset ditutuntut kemampuan untuk menulis danmengajukan paten jika hasil riset memiliki potensial komersialisasi. Perisetditutuntut kemampuan memublikasikan makalah, menjawab berbagaikomentar reviewer atau editor, dan sebagainya.Tampak di sini bahwa kegiatan riset bukan sekedar bekerja di dalamlaporatorium atau melakukan simulasi numerik, tetapi banyak tahap-tahappekerjaan lain yang harus dilakukan juga. Bahkan, tahap pekerjaan lainbisa lebih menyita waktu dibandingkan dengan melakukan percobaan ataumelakukan simulasi atau perhitungan numerik. Sebaagi ilustrasi, kitamungkin membutuhkan waktu beberapa bulan untuk melakukan percobaanatau simulasi, namun kadang dibutuhkan waktu lebih dari satu tahun sejakmenulis makalah hingga terbit di jurnal.

Periset Harus Memiliki Imajinasi

Riset yang smart adalah pada kepala si periset sudah “tergambar” hasilapa yang akan diperoleh sehingga riset yang dilakukan seolah-oleh

membuktikan apa yang ada dalam kepala. Periset sudah memilikiimajinasi dari awal bahwa hasil apa yang hendak dia capai. Sebelummelakukan riset maka perlu pengolahan pikiran, membaca makalahmakalah orang, menganalisis, dan menduga apa yang akan dihasilkan jikadia melakukan riset. Dengan cara ini maka akan teridentifikasi denganjelas data apa saja yang akan diukur (dicari) dan berapa banyak data yangdiperlukan karena data yang diambil benar-benar data yang diperlukan.Dengan pendekatan ini maka waktu dan biaya menjadi sangat efisien.

Bagaimana ini dapat dilakukan? Sebelum melakukan riset, kita harusmemiliki kemampuan imajinasi, mensimulasikan langkah-langkah yangharus ditempuh untuk mendapatkan data-data penting yang diperlukan.Langkah yang disimulasikan bisa merupakan langkah benar-benar baruyang kita desain atau modifikasi langkah-langkah yang dilakukan perisetterhadulu dengan sejumlah perbaikan. Kata kuncinya adalah periset harusmemiliki imajinasi. Dan kemampuan ini perlu dilatih.

Bagaimana Menemukan Ide dari Makalah Orang?

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana caranya agar kita mampumengidentifikasi masalah dari makalah orang yang sudah dipublikasi?Untuk tujuan ini, beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai berikut.Satu-satunya jawaban adalah kita harus banyak membaca makalah,khususnya makalah-makalah terbaru yang diterbitkan di sejumlah jurnalilmiah yang berkaitan dengan bidang kita. Baca baik-baik pendahuluanmakalah orang. Pada bagian tersebut tertulis latar belakang riset mereka.Sering kali latar belakang tersebut muncul dari hasil membaca makalahorang sebelumnya. Dengan memelajari sejumlah makalah orang khsusnyabagaian yang menceritakan bagaimana dia mendapatkan ide dari makalahsebelumnya maka kita akan memiliki kemampuan serupa. Oh ternyatabegitu ya cara mendapatkan ide.Cara lain adalah masuk ke bagian hasil dan diskusi pada makalahorang. Amati kesesuaian data pengamatan dengan hasil teori atau simulasidalam makalah orang. Kadang teori yang dibangun atau digunakanberbeda dengan data eksperimen. Perbedaan tersebut bisa perbedaan kecilmaupun perbedaan besar.

Penulis pernah memiliki banyak pengalaman dalam hal ini. Ketikamengambil program doktor penulis banyak mempelajari makalah-makalahpeneliti di bidang teknik. Yang menarik adalah banyak makalah orangorang di bidang teknik yang tidak dilengkapi teori yang lebih mendasar.Lebih banyak data pengukuran difitting dengan persamaan tertentu tanpalandasan teori mengapa datanya bersifat demikian. Penulis dengan latarbelakang fisika mencoba membangun persamaan yang melandasi mengapadata pengamatan bersifat demikian. Hasil yang diperoleh adalah persamaanpersamaan baru. Persamaan tersebut diuji dengan hasil eksperimen yangdipublikasikan peneliti bidang teknik tersebut. Jika hasil teori sesuai dengandata eksperimen maka hasil tersebut bisa menjadi makalah ilmiah baru.Tentu saja kemampuan seperti ini tidak dapat muncul sesaat. Yang palingdibutuhkan adalah pemahaman yang cukup mendalam tentang dasar-dasardi bidang sains (elektrodinamika, mekanika statistik, mekanika kuantum,mekanika lanjut, dan sebagainya) lalu kemampuan imajinasi (menghayalkira-kira teori mana yang melandasi data-data eksperimen yang ada).Bagi orang yang memiliki kemampuan lebih di bidang eksperimenmaka sangat dianjurkan untuk banyak membaca makalah-makalah teori.Fokuskan pada teori yang belum ada data eksperimennya. Mungkin andabisa melakukan eksperimen untuk membuktikan teoritersebut.Sebaliknya bagi orang yang memiliki kemampuan lebih di bidangteoretik, banyak-banyaklah membaca makalah eksperimen. Fokuskan padaeksperiman yang belum ada teorinya. Mungkin anda bisa membanngunteori untuk menjelaskan data eksperimentersebut.Perlu diingat, kemampuan semacam ini tidak bisa muncul tiba-tibaatau dalam waktu singkat. Kemampuan tersebut akan terbentuk setelahmelalui latihan atau usaha dalam waktu yang lama.

DARI TUGAS AKHIR KE MAKALAH

Pertanyaan: bisakah data dari tesis atau disertasi dijadikan makalah ilmiah? Jawabannya sangat tegas: bisa! Pertanyaan yang lebih mendasar sebenarnya adalah: anda mau melakukannya atau tidak!

Modal yang diperlukan untuk merealisasikan tesis atau disertasi menjadi makalah di antaranya adalah kerja keras untuk menulis ulang data tersebut dalam bentukmakalah. Kita juga harus menyadari sepenuhnya bahwa kita tidak bisa menyelesaikan dalam satu/duahari. Butuh waktu lama dan koreksiberulang-ulang. Lebih sulit bagi pemula sehingga seorang yang baru pemula dalam menulis makalah harus kerja lebih keras lagi dan lebihsabar.Tetapi, jika anda tidak mencoba, pasti tidak akan memiliki makalah ilmiah. Akibatnya karya anda tidak bermakna banyak dan sebenarnya anda tidak menghargai pengorbanan anda. Anda sebenarnya bisa membuat karya anda lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang lain, tetapi anda tidakmelakukannya. Untuk menulis makalah dari tesis atau disertasi, dari mana kita memulai? Kita dapat melakukannya secara bertahap.Jika menembus jurnal internasional sulit, tulislah untuk jurnal nasionalterakreditasi. Jika jurnal nasional sulit, tulislah untukseminar. Jika untuk seminar juga sulit ????? Berarti anda tidak percayadiri. Ketika anda menulis di jurnal ilmiah, khususnya jurnal ilmiah yang sudah online, maka secara tidak langsung anda mempromosikan kepakaran anda ke masyarakat internasional. Dengan fasiltas internet, kita begitu mudah menilai kepakaran seseorang. Orang tidak bisa lagi berbohong tentang kepakarannya karena dengan transparan dapat kita lihat di layar computer. Salah satu metode untuk menilai kepakaran seseorang adalah menggunakan mesin pencari Scholar Google (http://scholar.google.com).

STRUKTUR MAKALAH ILMIAH

Secara umum makalah ilmiah terdiri dari bagianbagian berikut ini: a) Title b) Authors c) Affiliation d) Abstract e) Introduction f) Materials andMethod g) Results h) Discussion i) Conclusion j) Acknowledgements k) References

TITLE

kalau kita ditanya, apa bagian makalah yang paling banyak dibaca orang? Jawaban pasti judul (Title). Orang baru akan membaca bagian lain dari makalah setelah memperlihatkan ketertarikan pada Title. Jika Title makalah tersebut memperlihatkan keterkaitan dengan risetyang sedang ia kerjakan atau sesuatu yang sedang ia pelajari maka biasanya orang akan membaca Abstract. Title adalah pintu masuk pertama ke dalam suatumakalah. Ketika kita melakukan pencarian (searching) makalah-makalah yang diterbitkan, kebanyakan pencarian dimulai dari Title. Karena Title sangat menentukan nasib sebuah makalah, apakan akan dibaca atau tidak, maka kita harus menulis Title secara teliti. Saya memiliki satu pengalaman yang menarik. Salah satu makalah kami yang diterbitkan di European Physics Letters tahun 2001 masuk dalam Top 8 makalah yang paling banyak didownload sepanjang tahun 2007 dari semua makalah yang terbit dalam jurnal tersebut. Setelah dicek jumlah sitasinya (berapa kali makalah tersebut dirujuk peneliti lain), ternyata tidak terlalu tinggi. Dari sini saya menduga, makalah tersebut banyak sekali didownload karena judulnya sangat “menarik minat” para peneliti di seluruh dunia. Title adalah ringkasan yang paling ringkas dari makalah tetapi tetap informatif untuk memberikan gambaran kepada pembaca tentang apa yang dilaporkan. Karena merupakan ringkasan dari makalah, maka menjadi sangat logislah bahwa Title ditulis terakhir kali setelah semua bagian makalah rampung ditulis. Jadi, walaupun Titel menempati posisi paling awal suatu makalah, maka sangat dianjurkan menulis Title terakhir kali. Setelah semua bagian makalah selesai ditulis, maka kita merenung.

kira-kira apa Title terbaik untuk merepresentasikan makalah tersebut. Jika anda ingin menulis Title dengan mudah, bacalah makalahmakalah yang ditulis orang. Makalah-makalah tersebut sangat mudah ditemukan di internet. Buka website sebuah jurnal kemudian buka daftar isinya. Pelajari Title makalah-makalah yang muncul di daftar isi tersebut. Dengan cara demikian kita akan memiliki feeling bagaimana menulis Title makalah secara baik. Jika ada sisi yang sangat “luar biasa” dalam pekerjaan anda, anda bisa ungkapkan dalam Title. Jika ada suatu yang baru dalam riset anda, maka tonjolkan dalam title. Ini penting karena kebanyakan peneliti tidak memiliki waktu untuk membaca semua makalah yang diterbitkan. Jumlah makalah yang terbit di jurnal ilmiah untuk bidang yang sama bisa ratusan tiap bulan dan tidak mungkin peneliti membaca seluruh isi semua makalah tersebut. Mereka hanya akan membaca titel dan kalau titel memberikan informasi sangat menarik maka mereka akan membaca keseluruhan isinya. Ketika kita menulis makalah, tonjolkan yang luar biasa pada titel sehingga hanya dengan membaca Title orang langsung menangkap apa kontribusi luar biasa kita. Berikut ini adalah beberapa contoh makalah kami yang kami ungkapkan beberapa ciri yang menonjol dalam title.

ABSTRACT

Banyak orang menulis Abstract suatu makalah sekedar formalitas. Bahwa sebuah makalah harus memiliki Abstract, maka ditulislah Abstract seadanya. Yang penting ada judul Abstract. Cara seperti ini tidak tepat. Abstract memiliki peranan strategis dalam sebuah makalah. Abstract adalahringkasanmakalahyanglebihinformatif daripada judul. Jika seseorang sudah membaca judul dan menunjukkan ketertarikanpadasuatu makalah maka ia akan membaca Abstract untuk mendapatkan informasi lebih lengkap tentangisi makalah tersebut. Dan setelah membaca Abstract pembaca dapat segera mengambil keputusan untuk terus membaca bagian selanjutnya dari makalah tersebut atau berhenti sampai abstrak saja. Karena Abstract adalah ringkasan makalah maka Abstract harus memuat informasi tentang apa yang dikerjakan dan apa yang dihasilkan dalam penelitian tersebut. Jika kita menelaah Abstract makalah-makalah yang dipublikasikan di hampir semua jurnal maka kita dapat mengidentifikasi bahwa struktur Abstract secara umum tampak pada Gambar 5.1.


Gambar 5.1 memperlihatkan bahwa struktur Abstract terdiri dari empat bagian,yaitu: (a) Pendahuluan, (b) Apa yangdilakukan, (c) Apa yang dihasilkan, dan (d) Penutup atau Impact. Jadi, struktur abstrak persis sama dengan struktur makalah, tetapi dalam bentuk paling ringkas. Bagian pendahuluan pada Abstract meringkas bagian Introduction pada makalah. Bagian apa yang dikerjakan pada Abstract meringkas bagian Metode pada makalah. Bagian apa yang dihasilkan pada Abstract meringkas bagian hasil pada makalah. Bagian penutup pada Abstract meringkas bagian kesimpulan pada makalah. Ringkasan tersebut berupa satu atau dua kalimat. Gambar 5.2 adalah keterkaitan Abstract dengan makalah. Dengan melihat skema ini.

tampak jelas bahwa Abstract adalah makalah ringkas. Jumlah kalimat pada Asbtact umumnya 4 sampai 6 kalimat. Bisa juga lebih panjang jika hasil yang diperoleh cukup banyak.

INTRODUCTION
Introduction adalah bagian makalah yang muncul setelah Abstract. Introduction boleh dikatakan sebagai pengantar kepada pembaca sebelum mencermati isi makalah.

Struktur Introduction

Bagaimana cara mudah menulis Introduction? Jika kita amati makalah-makalah yang ada, kita akan sampai pada kesimpulan bahwa Introduction suatu makalah mengandung lima bagian utama, yaitu: a) Apa menariknya riset yang dilaporkan. b) Hingga kini, sudah sampai di mana pemahaman orang tentang topik tersebut. c) Apa masalah yang masihada. d) Apa yang akan dilakakukan untuk menyelesaikan masalahtersebut.
Gambar 6.1 adalah struktur Introduction makalah ilmiah yang umum ditulis orang. Tampak adanya aliran pemikiran yang logis dari skema tersebut. Pertama kita mulai masuk dengan menjelaskanmenariknya atau bermanfaatnya topic riset yang kita lakukan. Kemudian kita jelaskan status terkini riset tersebut, yaitu sudah sampai di mana capaian para peneliti yang berkaitan riset tersebut. Kemudian kita masuk deengan memunculkan masalah yang belum terjawab atau belum dilakukan oleh para peneliti. Terkahir kita jelaskan apa yang akan kita lakukan untuk menjawab permasalahan tersbeut. Dengan adanya struktur tersebut kita sedikit tertolong pada saat menulis bagian Introduction makalah kita.

Apa menariknya riset yang dilaporkan Tidak ada manfaat melakukan riset topik-topik yang tidak menarik dan tidak bermanfaat. Ketika anda melakukan riset anda harus yakin bahwa topik yang akan anda kaji menarik dan bermanfaat. Menarik dan bermanfaat di sini bisa bermakna menarik dan bermanfaat bagi masyarakat atau menarik dan bermanfaat bagi ilmu itu sendiri. Pada bagian awal Introduction ini kita mengulas secara umum seberapa penting dan menariknya topik riset yang anda laporkan. Bagian ini dapat dicontoh dari makalah-makalah orang lain yang mengerjakan topik yang sama. Baca bagian awal Introduction makalah orang lain yang berisi topik yang sama, lalu anda tulis ulang dengan kalimat-kalimat anda sendiri. Ingat, jangan copy-paste, tetapi anda ambil idenya dan tulis dengan kalimat yang berbeda. Walapun anda menulis dengan kalimat anda sendiri, anda tetap harus merefer makalah orang tersebut karena idenya dari orangtersebut.

Hindari copy dan paste tulisan orang tersebut karena dikhawatirkan masuk katageri plagiarisme. Memang copy dan paste adalah cara yang paling cepat dan mudah menyusun makalah. Tapi mari kita sadar, jangan merusak reputasi yang telah dibangun sekian tahun, danmungkin sekian puluh tahun hanya karena jalan pintas yang kita lakukan. Kita harus sadar bahwa menyusun suatu karya yang baik tidak dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Menulis karya ilmiah bisa menjadi pekerjaan besar yang menuntut pengorbanan waktu dan tenaga. Tetapi anda jangan khawatir, karena anda tidak sendirian mengalami hal yang sama. Ratusan ribu orang di seluruh dunia juga mengalami hal yang sama. Orang yang telah terbisa menulis makalah juga masih sering menghadapi kesulitan yang sama.

B erikut saya paparkan salah satu cara mudah dalam menulis bagian ini berdasarkan bagian Introduction yang ada di makalah orang lain. Inti dari metode ini ada mengambil ide dari kelimat orang lalu menulis ulang dengan kalimat sendiri. Bagi penulis yang cukup ahli dalam bahasa Inggris mungkin bias melakukan langsung dengan cukup mudah. Namun bagi penulis yang masih belum terlalu mahir dalam bahasa Inggris mungkin cara ini dapat memudahkan dalam menyusun Introduction secara lebih cepat. Langkah-langkahnya sebagai berikut: a) Copy paste kalimat dari makalah orang lain yang akan diambil idenya. b) Terjemahkan kalimat tersebut dengan Google Translate ke dalam bahasa Indonesia. c) Ubah bahasa Indonesia yang dihasilkan ke kalimat yang sedikit berbeda tetapi maknanya sama. d) Gunakan lagi Google Translate untuk menerjemahkan balik kalimat baru tersebut ke dalam bahasa Inggris. Urutan ini diilustrasikan pada Gambar 6.2. Setiap kalimat yang berhasil dibuat berbeda tetapi maknanya sama harus menyertakan referensi berupa paper tempat mencopy kalimat tersebut. Lakukan hal yang sama untuk kalimat dari makalah lainnya. Jika anda menggunakan 5 makalah maka anda mendapatkan 5 referensi di Introduction.

Langkah seperti ini mungkin kendengaran lucu, tetapi yakinlah banyak orang yang melakukan hal demikian. Sebagai bukti, kalau kita baca bagian Introduction paper yang membahas topic yang sama, idenya hampir sama dan referensi yang digunakan banyak yang sama. Ini artinya mereka menggunakan ide yang sama tetapi menulis dalam kalimat yang berbeda Bagi penulis yang sangat mahir dalam bahasa Inggris maka langkah yang panjang seperti diuraikan di atas mungkin tidak perlu dilakukan. Setelah membaca paper orang dan menemukan idenya maka kalimat baru yang memiliki makna yang sama dapat ditulis dengan mudah. Bagi kita yang bukan pengguna bahasa Inggris, maka mencari kata-kata yang bagus untuk menyusun kalimat seringkali lama. Google Translate kadang dapat memunculkan kata-kata yang semua tidak kita pikirkan. Langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah memperbaiki sejumlah kekurangan dalam terjemahan tersebut. Bagi sebagian orang cara seperti ini jauh lebih mudah daripada memikirkan sendiri secara total kalimat yang akan ditulis. Langkah-langkah yang disebutkan di atas memang cukup panjang. Tetapi langkah tersebut mungkin bisa membantu penulis yang baru mulai menulis makalah dalam bahasa Inggris atau tidak terlalu mahir dalam bahasa Inggris. Memang dibutuhkan kesabaran. Tetapi tidak masalah karena bukan kita saja yang menghadapi masalah demikian. Ribuan orang di seluruh dunia mungkin juga mengalami hal yang sama. Pada bagian Apa menariknya riset yang dilaporkan dari Introduction ini, anda memiliki sedikit kebebasan untuk merujuk pekerjaan orang, kebebasan menonjolkan beberapa manfaat atau menariknya topik yang sedang anda kerjakan. Di bagian ini pun anda memiliki peluang merujuk pekerjaan anda terdahulu sehingga pekerjaan anda ada yang muncul di referensi. Makalah-makalah anda yang masih ada kaitannya dengan pekerjaan sekarang, sekalipun keterkaitannya sedikit, bisa anda masukkan. Adanya makalah anda di referensi secara psikologis memberikan penilaian berbeda pada makalah anda. Editor atau reviewer akan memandang anda bukan sebagai “pendatang baru”. Anda akan dilihat sebagai orang yang sudah berpengalaman dalam riset. Dengan kondisi seperti ini, mudah-mudahan proses review menjadi lebih mudah dan peluang makalah anda diterima untuk dipublikasi menjadi lebihbesar. Tetapi jangan memasukkan terlalu banyak makalah anda karena akancdicurigai memiliki tendensi self sitasi. Anda dapat “ditunduh” bermaksud menaikkan sitasi dengan cara yang kurang baik. Ada beberapa hal lain yang mungkin perlu anda pertimbangkan dalam menulis Introduction. Pada bagian Introduction usahakan merujuk makalah yang terbit di jurnal yang sangat bereputasi di bidang anda. Misalnya untuk makalah bidang sains, akan sangat baik merujuk beberapa makalah terkait yang terbit di Nature atau Science yang baru terbit. Anda cari dengan Google makalah serupa yang telah muncul di Nature atau Science dan rujuk. Dengan masuknya makalah dari jurnal yang sangat prestisius tersebut maka anda dipandang selalu mengikuti perkembangan ilmu terkini termasuk yang terbit di jurnal-jurnal yang sangat bereputasi. Mungkin editor akan memiliki persepsi yang berbeda jika melihat makalah yang di referensinya terdapat sejumlah jurnal berprestasi dengan makalah yang hanya merefer jurnal yang kurang bereputasi. Pada Introduction usahakan juga merefer makalah pakar terkenal di bidang yang bersangkutan. Apakah ini akan berpengaruh atau tidak memang belum dapat dibuktikan. Namun, dengan merefer makalah pakar. terkenal mudah-mudahan muncul impresi dari Editor maupun Reviewer bahwa anda selalu mengikuti perkembangan ilmu terbaru termasuk dari pakarnya langsung. Kalau ada pemenang hadiah Nobel yang melakukan riset di bidang serupa da nada kaitannya dengan riset anda, usahakan rujuk makalahnya. Hal lain yang mungkin ada manfaatnya adalah merujuk makalah yang telah terbit di jurnal tempat anda akan submit makalah anda. Jika anda ingin submit ke jurnal X usahakan merujuk beberapa makalah topic terkait yang telah terbit di jurnal X. Mungkin pendekatan ini dapat mempengaruhi editor sehingga karena jika makalah kita diterima maka impact factor jurnal tersebut akan sedikir terangkat karena adanya makalah di jurnal tersebut muncul di referensi kita. Apakah cara ini ada pengarunya, memang tidak dapat dibuktikan. Kita harapkan mudahmudahan ada sedikit efek sehingga sedikit memuluskan proses review makalah kita. Bayangkan jika anda berada pada posisi sebagai Editor jurnal. Salah satu prestasi yang dapat anda hasilkan adalah menaikkan impact factor jurnal tersebut. Umumnya para editor (pengelola) jurnal ilmiah akan berusaha menaikkan impact factor jurnalnya tiap tahun. Karena hingga saat ini impact factor adalah parameter yang masih dipercaya sebagai ukuran jurnal tersebut dibaca oleh komunitas ilmiah.

Hingga kini, sudah sampai di mana pemahaman orang tentang topik tersebut

Untuk menulis bagian ini anda perlu melakukan kajian pustaka secara intensif untuk mencari hasil riset terbaru tentang topik tersebut. Carilah makalah-makalah yang berkaitan dengan riset anda yang baru saja dipublikasikan di sejumlah jurnal dalam jumlah yang cukup. Jika ada makalah anda terdahulu yang melaporkan pekerjaan yang mirip, usahakan dirujuk agar paper anda masuk di daftar pustaka. Ini akan memberi sejumlah keuntungan, seperti ada peluang paper anda mudah dalam proses review dan sitasi anda (jumlah paper anda yang disitasi) meningkat. Ketika kit abaca makalah orang, bagian ini sering muncul di paragraph kedua. Berikut ini adalah contoh bagian Hingga kini, sudah sampai di mana pemahaman orang tentang topik tersebut yang muncul di dejumlah makalah di jurnal internasional.

Apa masalah yang masih ada

Pada bagian ini anda sebutkan dalam beberapa kalimat masalah apa yang masih belum terpecahkan. Anda harus mengindentifikasi dengan jelas masalah tersebut karena tujuan riset anda adalah ingin memecahkan masalah tersebut. Masalah ini biasanya muncul setelah kita mempelajari banyak makalah orang lain. Jadi syarat kita menemukan masalah riset adalah kita harus selalu mengikuti perkembangan ilmu terkini. Berikut ini adalah contoh Apa malasah yang masih ada yang ada di sejumlah makalah yang telah dipublikasi orang. Pernyataan masalah sering diawali dengan kata But, However, Although, dan sejenisnya.

Beberapa hal yang sering dinyatakan sebagai masalah dalam sejumlah riset adalah waktu proses yang lama, biaya yang mahal, tidak mudah digunakan, menggunakan bahan berbahaya, menggunakan material yang sulir didapat, memiliki efek negative pada lingkungan, teori yang tidak dapat menjelaskan dengan baik hasil eksperimen, dan sebagainya. Tujuan riset yang dilakukan diantaranya meneyelsaikan satu atau beberapa masalah di atas. Ketika memulai riset, hindari mencari topik riset dari makalahmakalah yang sudah lama terbit, misalnya beberapa puluh tahun yang lalu. Sebab, bisa jadi masalah yang teridentifikasi dalam makalah tersebut sudah terpecahkan dalam makalah yang muncul di tahun-tahun berikutnya. Sebelum memulai riset anda harus yakin dulu bahwa masalah yang ingin anda kaji benar-benar belum dilakukan orang lain. Ini bisa dilakukan dengan men-searching pada makalah-makalah yang sudah terbit hingga yang terbit terbaru.

Apa yang ingin dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut

Bagian akhir dari Introduction adalah menjelaskan apa yang ingin dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bagian ini sering disebut agenda. Pada penulisan bagian ini kita bisa memulai dengan memunculkan hipotesis atau bisa juga tidak menyebutkan hipotesis secara eksplsit. Untuk makalah di bidang sains dan teknik hipotesis jarang ditulis secara eksplisit.Agenda adalah apa yang ingin anda kerjakan untuk memecahkan masalah yang anda identifikasi. Anda bisa menyebutkan bahwa anda akan mengembangkan metode tertentu, atau membangun teori baru, atau melakukan studi numerik tertentu, melakukan studi komparasi, melakukan survey di suatu daerah, dan lain-lain. Ringkasnya, anda memberitahu pada pembaca bahwa anda akan melakukan hal tersebut untuk memecahkan permasalah yang anda identifikasi.

Tampak dari contoh agenda di atas adalah semuanya berupa kalimat aktif. Kalau kita baca sejumlah makalah memang agenda kebanyakan berupa kalimat aktif. Kalimat aktif dalam bahasa Inggris memiliki nuansa egoisme dan Agenda suatu makalah harus memunculkan nuansa egoisme yang mengandung arti bahwa apa yang akan kita lakukan benar-benar dapat menyelesaikan masalah yang telah dipaparkan sebelumnya. Dengan melihat kenyataan seperti itu maka kita menulis Agenda juga dalam bentuk kalimat aktif. Di antara kata-kata yang sering digunakan adalah We will show here, In this paper we report, We demonstrate, The objective of this paper is, dan sebagainya.

Dengan jelas kita identifikasi bahwa [1] menjelaskan apa yang menarik dengan riset yang dilakukan, [2] menjelaskan status terkini riset di bidang tersebut, [3] adalah masalah yang masih ada, [4] agenda yang akan dilakukan, dan [5] penutup yang bisa ada atau tidak ada. Penutup ini dapat memberikan amunisi tambahan untuk menunjukkan kekuatan riset yang dilaporkan.

MATERIALS AND METHOD

Jika anda menggunakan alat, sebutkan merek alatnya dan kalau perlu ketelitian dan keterbatasan alat. Tetapi anda tidak perlu menyebutkan alat tersebut berada di laboratoriam mana atau instansi mana. Anda juga tidak perlu menyebutkan siapa yang melakukan pengukuran atau survey.Berikut ini adalah contoh penyebutan alat-alat yang digunakan. Kalau kita baca, penulis menjelaskan secara rinci alat yang digunakan, dan parameter pengoperasian alat. Bagaimana cara mengambil data, bagaimana mengolah data, anda menggunakan software apa perlu juga anda masukkan. Beberapa pertimbangan yang anda ambil selama melakukan eksperimen atau survey juga anda sertakan. Kata kuncinya adalah berikan informasi yang sangat lengkap pada pembaca sehingga dia dapat mengulang pekerjaan anda tanpa kebingungan.

Langkah-langkah yang disampaikan dalam Materials and Method sebaiknya tidak ditulis seperti menulis langkah-langkah percobaan untuk siswa atau mahasiswa sarjana atau buku masakan. Anda harus menulis dalam bentuk narasi, sehingga tulisan anda mengalir sebagai satu cerita yang menarik.

Jika ada sejumlah flowchart yang anda anggap dapat mempermudah pemahaman tentang metode yang ada lakukan, tampilkan flowchart tersebut (contohnya seperti pada Gbr. 6.1). Demikian pula, jika ada tabel, grafik, foto, atau apa saja yang penting bagi pembaca untuk memahami tulisan anda, tampilkan. Tetapi ingat, jangan menampilkan sesuatu yang tidak begitupenting. Anda harus dapat mengukur tingkat ilmu yang dimiliki pembaca sehingga tidak menyodorkan kepada pembaca hal-hal yang sudah diketahui secara umum. Jika terdapat langkah atau metode yang telah dijelaskan secara detail pada publikasi sebelumnya baik yang dilakukan oleh anda sendiri atau oleh orang lain, anda tidak perlu menulis ulang langkah-langkah tersebut. Anda cukup menyebutkan, penjelasalan detail langkah-langkah tersebut dapat dijumpai pada [sebutkan referensinya].

RESULTS

Data yang anda tampilkan dalam bagian ini bisa berupa tabel, grafik, atau bentuk lainnya. Tetapi jangan menduplikasi pelaporan data, misalnya data yang sudah ditampilkan dalam bentuk table juga ditampilkan lagi dalam bentuk grafik. Pilih salah satu bentuk yang paling informatif bagi pembaca. Menduplikasi data dalam bentuk tabel dan grafik tidak memberi nilai tambah apa- apa, melainkan hanya menbuang-buang space dalam makalah anda. Tiap gambar atau tabel harus memiliki penjelasan pada teks. Saya kadang menjumpai makalah yang dikirim ke jurnal atau makalah yang dikirim penulis untuk seminar tidak memiliki penjelasan di bagian teks. Ini tidak tepat. Harus ada penjelasan di teks tentang gambar atau tabel tersebut yang isinya lebih detail daripada penjelasan di legenda

DISCUSSION

inti dari bagian Discussion ini adalah memberikan argument selengkap-lengkapnya untuk meyakinkan pembaca bahwa apa yang anda hasilkan adalah benar. Di sini kemampuanintelektual anda harus dikerahkan untuk tujuan tersebut. Pada bagian Discussion inilah terjadi pergulatan intelektual.

RESULTS AND DISCUSSION

Results dan Discussion bisa juga disatukan dalam satu bagian Results and Discussion. Ini berarti, ketika menampilkan hasil maka hasil tersebut langsung didiskusikan. Banyak makalah sekarang yang menggunakan format demikian. Khusus untuk paper-paper dengan halaman sangat terbatas, Results dan Discussion lebih sering dijadikan satu bagian. Namun, semuanya dikembalikan kepada penulis. Tidak ada format yang lebih baik. Penulis yang mengambil keputusan apakah disatukan atau dipisah. Ada penulis yang lebih terbiasa menggabung dua bagian tersebut dan ada yang terbiasa memisah antara Results and Discussion.

CONCLUSION
Isi Conclusion adalah pembuktian hipotesis yang anda kemukakan di bagian Introduction atau jawaban terhadap agenda yang anda kemukanan di bagian akhir Introduction. Conclusion harus ditulis secara ringkas yang memuat informasi yang cukup sehingga pembaca mengetahui bahwa anda telah membuktikan hipotesis anda dan mengetahui kelebihan dan kekurangan metode anda. Umumnya Conclusion hanya terdiri dari satu paragraf, namun kalaupun harus lebih dari dua paragraf masih diperbolehkan. Intinya, di bagian Conclusion anda jelaskan secara ringkas bahwa hipotesis anda telah terbukti. Kalau pembaca ingin mengetahui lebih detail, silakan membaca badan text (bagian Results andDiscussion).

REFERENCES
Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada penulisan References sebagai berikut.
1) Kita harus menulis semua publikasi yang direfer langsung. Kita jangan memasukkan di referensi makalah atau buku yang pernah kita baca namun tidak kita refer langsung. Walaupun dalam proses pelaksanaan riset kita membaca sejumlah buku dan banyak sekali makalah, namun ketika menulis makalah maka buku atau makalah yang kita refer secara tertulis dalam makalah saja yang kita tulis di referensi.

2)Untuk makalah biasa, referensi sekitar 20 adalah jumlah yangwajar. Namun, yang bisa dijadikan pedoman adalah ketika kita akan sumbit ke suatu jurnal, amati sejumlah makalah di jurnal tersebut dan lihat kira-kira berapa jumlah refensi pada sejumlah makalah tersebut.

3) Adanya referensi baru atau lama juga memunculkan kepercayaan yang berbeda pada makalah anda. Usahakan ada referensi tahun terakhir yang dirujuk dalam makalah. Adanya referensi terbaru tersebut menunjukkan bahwa anda mengikuti perkembangan ilmupengetahuan.

4) Adanya makalah kita di referensi sangat berpengaruh pada tingkat acceptance paper kita. Dengan adanya makalah kita di referensi maka pihak editor maupun reviewer tidakmemperlakukan kita sebagai pendatang baru dalam publikasi makalah. Mereka akan memperlakukan kita sebagai “ilmuwan sesungguhnya” sehingga mereka tidak bisa menyepelekan publikasi yang kitasubmit

5) Cara penulisan referensi bervariasi menurutjurnal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *