Resume Kepahlawanan Sahabat dan Jeniusnya Strategi Khalid bin Walid

kronologi nama amjad Tercatat dalam tinta emas sejarah islam yang mengagumkan, perjuangan dengan keyakinan tauhid sempurna yang menorehkan kegemilangan cahaya islam yang semakin besinar,sehingga memikat untuk mencatatkan kembali dalam perjalanan hidup anak manusia, yang kami torehkan lagi dalam kisah Amjad Muhammad Nuhamair. dibalik lantunan kumandang adzan 10 jumadil awal 1436 H /01 Maret 2015 M, ahad subuh 04.57 WIB menyambutnya dengan takbir bersahutan dari rumah-rumah Allah dibumi sekayu musi banyuasin sumatera selatan, membesarkan Nya bahwa hanya Dialah yang akbar. Beratnya 3700 gram dan panjang 52 cm. kronologi nama tersebut kami hubungkan dengan sejarah dalam kemenangan Mu’tah (kejadian sama dalam bulan jumadil awal). Ketangkasan/kemahiran (mean : Mair) sahabat r.hum dalam mengatur kecedasan (Mean:Nuha) siasat/strategi perang ketika tampuk komando beralih pada Khalid bin Walid, yang sebelumnya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata:
“Pasukan ini dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, bila ia gugur komando dipegang oleh Ja’far bin Abu Thalib, bila gugur pula panji diambil oleh Abdullah bin Rawahah –saat itu beliau meneteskan air mata- selanjutnya bendera itu dipegang oleh seorang ‘pedang Allah’ dan Akhirnya Allah Subhânahu wata‘âlâ memberikan kemenangan. (HR. Al-Bukhari). Sehingga Allah muliakan (mean: Amjad) dan naikkan derajad mereka disisiNya Semoga Allah mudahkan dia nantinya untuk meniru orang-orang sukses yang diridhoi sebagaimana mereka yang telah ridho pada RabbNya. Harapan tersebut menjadi Do’a untuk menaikkan derajad orang tuanya di sisi Allah SWT kelak. Aamiin. berikut ringkasan catatan sejarah “The War of Mu’tah”

Mu’tah merupakan sebuah daerah yang letaknya dekat dengan Palestina (dulu masuk wilayah Syam). 3.000 pasukan muslim menghadapi 200.000 orang. Aliansi antara kaum Nasrani Romawi dan Nasrani Arab di sekitar dataran Syam, jajahan Romawi. Terjadi pada tanggal 5 Jumadil Awal tahun 8 H atau tahun 629 M. . Sebuah pasukan terbesar yang dimiliki kaum muslim setelah perang Ahzab.

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata:
“Pasukan ini dipimpin oleh Zaid bin Haritsah, bila ia gugur komando dipegang oleh Ja’far bin Abu Thalib, bila gugur pula panji diambil oleh Abdullah bin Rawahah –saat itu beliau meneteskan air mata- selanjutnya bendera itu dipegang oleh seorang ‘pedang Allah’ dan Akhirnya Allah Subhânahu wata‘âlâ memberikan kemenangan. (HR. Al-Bukhari).

Peperangan ini merupakan peperangan pertama bagi Khalid bin Walid setelah beberapa waktu lalu masuk Islam. Ia menjadi prajurit bawah komando orang-orang yang telah ditunjuk Rasulullah SAW. Akhirnya, kedua pasukan bertemu, lalu terjadilah pertempuran yang hebat dan tidak seimbang. Zaid bin Haritsah berperang sambil memegang bendera kepemimpinan, kemudian gugur. Setelah itu, bendera kepemimpinan diambil oleh Ja’far bin Abi Thalib. Ia juga gugur, kedua tangannya putus, dan di tubuh bagian depan terdapat 90 lebih luka tusukan pedang dan panah. Kemudian, bendera kepemimpinan diambil oleh Abdullah bin Rawahah. Ia juga syahid di jalan-Nya. Setelah itu, salah satu dari pasukan mengambil bendera kepemimpinan dan diberikan kepada Khalid bin Walid. Meskipun sudah menolaknya, seluruh pasukan memilihnya. Strategi perang yang dibuat Khalid bin Walid membuat pasukan musuh merasa takut dan akhirnya musuh mengundurkan diri dari medan pertempuran. korban dari pihak muslim hanya 12 orang, sedangkan pasukan Romawi tercatat sekitar 20.000 orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *